Label

Selasa, 08 Maret 2016

Hindustan, Persia & Indonesia




(Amitabh Bachan)



Ada suatu masa, yang berlangsung beberapa abad, ketika Jalur Sutra (Silk Road) menjadi lalu-lintas silang antar berbagai bangsa dan benua, orang-orang Persia, Hindustan (India, Keling, Nasirabad, Gujarat), dan Nusantara (ASEAN) saling berlayar dan berdagang satu sama lain: dari Malaka, Aceh, Palembang hingga Koromandel dan pelabuhan Surat, dari Banten hingga pelabuhan Manila dan Jepang, bahkan para pelaut Indonesia sampai menginjakkan kaki mereka di Madagaskar.  

Bangsa-bangsa itu juga saling meninggalkan jejak kultural, dari mulai agama, seni, hingga arsitektur. Orang-orang Persia dan Arab menyebarkan Islam sembari berdagang, begitu pun orang-orang Hindustan dan China. Begitu pula, sebelum era Islam di Nusantara, orang-orang dari benua India menginjakkan kakinya di Indonesia, membangun peradaban. Orang-orang India menyebarkan Hindu (Salakanagara, Kutai Kertanegara dan Tarumanagara), sedangkan orang-orang Tiongkok menyebarkan Buddha dan Konghucu. 


(Hosein Nourshargh) 
(Sulaiman Djaya)