Label

Minggu, 05 Juli 2015

Bachtiar Nasir Sang Misionaris Wahabi




Oleh Kupret El Kazhiem

Bachtiar Nasir, Lc., Sekjen MIUMI, dan aktif ceramah berbagai tempat ini adalah seorang Misionaris Wahabi di Indonesia. Beberapa tahun lalu dia berhasil menembus televisi swasta nasional ANTV bersama Yusuf Mansur dengan acara audisi pendakwah atau da’i muda. Kemudian di TVOne juga, dan sekarang ini sekali lagi dia menembus stasiun televisi dalam acara KULTUM di RCTI. Paham Wahabi adalah paham yang gampang sekali mengkafirkan dan mengatakan sesama muslim sebagai sesat, bid’ah, dan khurafat jika ada hal-hal yang menurut mereka tidak sesuai dengan paham sektarian mereka. Khusus untuk Bachtiar Nasir ini, dia menyebarkan ajaran Wahabi di Saudi. Ada pengalaman pribadi ketika beberapa tahun lalu di Bekasi, tepatnya pada khutbah shalat Ied, dia mengatakan umat Islam Indonesia tidak boleh mempunyai rasa nasionalis terhadap negara apalagi menjadikan sesuatu yang bukan dari Islam seperti Pancasila serta UUD 45 sebagai pedoman, panutan, dan hukum. Kemudian dia berulah lagi dengan mengatakan bahwa Syi’ah adalah sesat dan bukan dari Islam. Padahal Syi’ah diakui dalam Risalah Amman yang ditandatangani ulama se-Dunia. Karena itu, ketika terjadi kekerasan di Sampang seperti yang dialami oleh minoritas Syi’ah di sana, dia malah membandingkannya dengan tragedi di Suriah yang menurutnya adalah perang antara Sunni-Syi’ah abad modern. 



16 komentar:

  1. Yg nulis ini alirannya apa ya? Jgn" misionaris iblis atau misionaris JIN ?

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Andre Saputra, "Jangan sampai lidah Anda lebih panjang ketimbang akal dan ilmu Anda"

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Blogspot ini sebaiknya di hapus saja, informasi yang di tampilkan berisi FITNAH.

    BalasHapus
  7. blog ini isinya fitnah semua...

    BalasHapus
  8. hahaha..wahabi kok mesti panas ngapa ya?baru ditulis aja..bukan dibakar..hahaha

    BalasHapus
  9. Mantap beritanya... ^_^ Hakun Nay Lo ^_^

    BalasHapus
  10. oh syiah ya?...pantesan.

    BalasHapus
  11. Al-Baqarah (2) : 191

    وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلاَ تُقَاتِلُوهُمْ عِندَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِن قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاء الْكَافِرِينَ

    2.191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

    Al-Baqarah (2) : 193

    وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلّهِ فَإِنِ انتَهَواْ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ

    2.193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

    Al-Baqarah (2) : 217

    يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ اللّهِ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُوْلَـئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

    2.217. Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah . Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

    Al-‘Imran (3) : 7

    هُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ في قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاء الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاء تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلاَّ اللّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الألْبَابِ

    3.7. Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat , itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mu-tasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.

    An-Nisa (4) : 91

    سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَن يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُواْ قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوَاْ إِلَى الْفِتْنِةِ أُرْكِسُواْ فِيِهَا فَإِن لَّمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُواْ إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوَاْ أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثِقِفْتُمُوهُمْ وَأُوْلَـئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَاناً مُّبِيناً

    4.91. Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karen

    BalasHapus
  12. Yang anonim maksud dg ayat diatas untuk siapa? Syafii? Hanafi? Maliki? Hambali? Syiah? Karena masing2 bisa mengklaim mazhab selain mereka itu salah,padahal mazhab2 tersebut bersyahadat yg sama mebyembah Allah yg sama, berwali Rasulullah yg sama.

    BalasHapus
  13. Wah, ini perang paham antara orang orang bodoh, merasa dirinya paling benar dan akan masuk sorga sendiri, orang lain akan masuk neraka, dikira surga dan neraka Mereka yang mengatur, begitu mudahnya memyalahkan, mengkafirkan kafitkan orang lain, dan sebentar sebentar bilang bid'ah dhalalah, sebentar sebentar bilah musyrik. Biarkan orang dengan keyakinannya sendiri agar tidak mengganggu keyakinan orang lain, jangan memfitnah, jangan menghasut, jangan merasa yang paling benar adalah dirinya. Payah sekali mereka semua.

    BalasHapus
  14. Wah, ini perang paham antara orang orang bodoh, merasa dirinya paling benar dan akan masuk sorga sendiri, orang lain akan masuk neraka, dikira surga dan neraka Mereka yang mengatur, begitu mudahnya memyalahkan, mengkafirkan kafitkan orang lain, dan sebentar sebentar bilang bid'ah dhalalah, sebentar sebentar bilah musyrik. Biarkan orang dengan keyakinannya sendiri agar tidak mengganggu keyakinan orang lain, jangan memfitnah, jangan menghasut, jangan merasa yang paling benar adalah dirinya. Payah sekali mereka semua.

    BalasHapus
  15. Yakin ustadz Bachtiar Nasir wahabi?
    Padahal wahabi paling anti sama demo/ protes kepada pemerintah yg sah.
    Anda sudah memfitnah orang tanpa klarifikasi kepada beliau.

    BalasHapus